Universitas Islam Indonesia (UII), yang pada awalnya bernama Sekolah Tinggi Islam (STI), didirikan oleh beberapa tokoh nasional seperti Dr. Mohammad Hatta, KH. Abdulkahar Mudzakkir, Moh. Roem, KH. A. Wahid Hasyim, KH. Mas Mansyur dan M. Natsir serta tokoh lainnya di Jakarta 8 Juli 1945. STI menjadi pendidikan tinggi nasional pertama di Indonesia yang kemudian berubah status menjadi universitas dan bernama Universitas Islam Indonesia pada 3 November 1947 sebagai respon keinginan dan kebutuhan untuk mengintegrasikan antara pengetahuan dan pendidikan spiritual.
UII mendapatkan berbagai penghargaan, antara lain capaian Akreditasi Institusi “A” berdasarkan SK BAN-PT No. 065/SK/BAN-PT/Ak-IV/PT/II/2013, dengan skor teratas di antara PTS se-Indonesia; memperoleh peringkat 10 (Sepuluh) besar Perguruan Tinggi Terbaik di Indonesia tahun 2015 berdasarkan pada kualitas manajemen oleh Kemenristekdikti 2015; menerima penghargaan sebagai kawasan berbudaya Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia; Indonesia Green Awards kategori Green Campus yang diselenggarakan oleh La Tofi School of CSR (Corporate Social Responsibility); laboran berprestasi tingkat nasional dan lain-lain.
Pada tahun akademik 2015/2016, UII memiliki 8 (delapan) Fakultas, dengan 4 (empat) program Diploma III (D3), 24 (dua puluh empat) program studi strata satu (S1), 5 (lima) program profesi, 10 (sepuluh) program strata 2 (S2) dan 3 (tiga program strata 3 (S3). Di samping itu UII juga menyelenggarakan International Program. Sebagian besar dari program tersebut mendapat akreditasi A dan B dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). UII memiliki jumlah mahasiswa aktif lebih dari 29.000 mahasiswa dan telah memiliki lebih dari 78.000 alumni hingga Desember 2015.
Selain penghargaan, UII juga mendapatkan desentralisasi penelitian Dirjen Dikti dan merupakan satu-satunya perguruan tinggi swasta di Yogyakarta yang mendapatkan desentralisasi penelitian kategori mandiri. Dalam 5 (lima) tahun terakhir ini, UII telah mendapatkan puluhan miliar dari dana hibah.
UII membangun Kampus Terpadu, sejak tahun 1990, luasnya 36 hektar di daerah sejuk Jalan Kaliurang. Di samping itu juga terdapat beberapa kampus di Kota Yogyakarta (Fakultas Ekonomi di Condong Catur, Kampus Demangan di Jl. Demangan Baru No. 24 serta Fakultas Hukum di Jl. Taman Siswa No. 158 dan Jl. Cik di Tiro No. 1). Kampus Terpadu UII telah dilengkapi berbagai fasilitas seperti masjid, poliklinik dan apotek, gelanggang olah raga, student convention centre, asrama mahasiswa, auditorium, university shop, serta fasilitas laboratorium (bersertifikat ISO 17025 dari Komite Akreditasi Nasional untuk Laboratorium Terpadu dan Laboratorium Kualitas Lingkungan), e-learning, dan perpustakaan yang mendukung proses pembelajaran pada level perguruan tinggi. Pengelolaan universitas dan seluruh program studi didukung oleh teknologi informasi dan tata kelola bersertifikat ISO 9001:2008 dari lembaga sertifikasi TÜV Rheinland Jerman sejak 2009 hingga kini. Dalam penjaminan mutu internal, berdasar site visit dan pemeriksaan dokumen yang dilakukan oleh Dirjen DIKTI, UII menempati ranking pertama di antara semua perguruan tinggi di Indonesia pada bidang sistem penjaminan mutu internal.
UII memiliki jaringan kerjasama dengan perguruan tinggi nasional, perguruan tinggi luar negeri, lembaga pemerintah, dan perusahaan swasta. Dalam membangun jaringan kerjasama, UII menjadi salah satu penggagas jaringan kerjasama antar perguruan tinggi (Nationwide University Network in Indonesia) bersama 25 perguruan tinggi lain di Indonesia. Sebelum itu, UII juga telah melakukan kerjasama dengan perguruan tinggi Islam se-Asia Tenggara.
Dalam jaringan dengan perguruan tinggi nasional, UII menjalin kerjasama antara lain dengan : Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, Universitas Diponegoro Semarang, Universitas Sebelas Maret Surakarta, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Universitas Bina Nusantara Jakarta, Universitas Udayana Bali, Universitas Islam Sumatera Utara, Universitas-universitas Muhammadiyah, Akademi Kepolisian RI, dan lain-lain.
UII pada tahun 2015 telah menjalin kerjasama dan jaringan dengan perguruan tinggi dan lembaga penelitian luar negeri antara lain dengan University Kebangsaan Malaysia (UKM), International Islamic University of Malaysia (IIUM), Islamic Universities League Egypt, AIT Thailand, Murdoch University Australia, Universitas Malaysia Trengganu, Universitas Kebangsaan Malaysia, Eastern Mediteraean University, The International Academy of Science Austria, Solbridge International School of Business – Woosong University Korea, Institute for Psychology II – Leipzig University, University of Bedforshire, University of Gloucestershire, Universitas Muhamed V Akdal Rabat Maroko, Near East University (Cyprus), Bangalore Management Academy, University of Essex United Kingdom, International Institute of Islamic Thought, Saxion University of Aplied Sciences, University of Sistan and Baluchestan Iran, Universiti Teknologi Mara, Universitas Sains Islam Malaysia, University of Malaya, Rajamangala University of Technology – Thailand, Burapha University Thailand, Queensland University of Technology, University of Queensland, The Hague University of Applied Sciences, Girne American University (GAU) North Cyprus, The Faith Mehmet Vakif University in Istanbul Turkey, Institute of Technology Petronas, University of Hawai’i at Manoa Honolulu – USA, Zhejiang University, China, Utrecht University, dan lain-lain.
UII mulai awal tahun 2000 hingga saat ini mendapat kepercayaan melakukan kerjasama penelitian dengan lembaga pemerintah, antara lain: Kementerian Pendidikan Nasional, Kementerian Agama, Kementerian Sosial, Kementerian Perhubungan, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Kementerian Sosial, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Mahkamah Agung, Mahkamah Konstitusi, Komisi Yudisial, Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Pengadilan Tinggi dan Pengadilan Tinggi Agama di beberapa daerah, Badan Standarisasi Nasional (BSN), Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), serta beberapa pemerintah daerah tingkat provinsi, kabupaten, dan kota.
UII juga melakukan kerjasama dengan kalangan industri dan asosiasi dalam berbagai bentuk kegiatan, antara lain beasiswa, perekrutan lulusan UII, seminar, workshop, dan bantuan peralatan untuk laboratorium. Kalangan industri dan asosiasi yang melakukan kerjasama dengan UII antara lain adalah Microsoft, Metrohm Netherlands, SAP, Exxon Mobile Oil, Tifico, PT. Tempo Group, PT. Tirta Investama Indonesia, PT. Pancaran Harapan Nusa (PT. PHN), BRI, Bank Muamalat, Bank Mandiri, Bank Bukopin, Edugate, Acer, Cisco Networking Academy, Oracle, ACICIS, eStore Indonesia, Ikatan Advokat Indonesia (DPP IKADIN), Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi), Perhimpunan Advokat Indonesia, Asosiasi Notariat Indonesia (ANI), Ikatan Arsitek Indonesia, Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia, Asosiasi Tenaga Ahli Konstruksi Indonesia, PT. Bursa Efek Indonesia, PT. Genovate Indonesia, PT. Asuransi Takaful, Metro TV, TV One, Eka Tjipta Foundation, PT. Konsulindo Informatika Perdana, PT. Karakatau Steel, PT. Golden Energy Mines Tbk. dan lain-lain.
UII sebagai perguruan tinggi nasional pertama di Indonesia, telah memiliki lebih dari 78.000 alumni hingga Desember 2015 yang tersebar luas ke seluruh Indonesia dan telah memiliki karya nyata bagi kemajuan negara dan bangsa Indonesia. Para alumni UII mendapatkan kepercayaan untuk mengisi berbagai posisi penting dalam lembaga tinggi negara dan institusi penting antara lain : Prof. Dr. Moh. Mahfud M.D (Ketua Mahkamah Konstitusi periode 2008-2011 dan 2011-2013); Dr. Halim Alamsyah, SH., SE., MA (Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) RI); Dr. Busyro Muqqodas, S.H., M.Hum (Wakil Ketua KPK Periode 2010-2014; Ketua Komisi Yudisial Periode 2006-2010); Abdul Haris Semendawai, S.H., LLM (Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban/LPSK); Drs. Candra Purnama, MBA (Mantan Direktur Utama Pegadaian), Drs. Harun Zein Mahmud (Direktur Utama Bursa Berjangka Jakarta); Darmono, SH (Wakil Jaksa Agung periode 2009-2013); Dr. Artidjo Alkostar (Ketua Muda Pidana Umum Mahkamah Agung); Dr. Suparman Marzuki, SH., M.Si. (Ketua Komisi Yudisial); Dr. Salman Luthan, SH. (Hakim Agung); Sri Murwahyuni, SH, MH (Hakim Agung); Prof. Ir. Sarwidi, MSCE, PhD. IP-U (Pengarah Badan Nasional Penanggulangan Bencana); dan lain-lain. Alumni UII, banyak berkarya dalam pemerintahan daerah, antara lain Ridwan Mukti (Bupati Musi Rawas), Sri Purnomo (Bupati Sleman), Burhanuddin Mahir (Bupati Muaro Jambi), Erwin Arifin (Bupati Lampung Timur), Yulianto (Walikota Salatiga), Abua Tuasikal (Bupati Maluku Tengah) dan lain-lain.
UII menerima pendaftaran mahasiswa baru (PMB) 2016/2017, dapatkan informasi PMB Kampus UII atau melalui situs resminya http://pmb.uii.ac.id.

No comments:
Post a Comment